KARANGANYAR, SKALANEWS.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar membidik penghimpunan dana kemanusiaan sebesar Rp1.927.100.000 melalui program Bulan Dana PMI 2026.
Target tersebut dipasang untuk menjaga keberlangsungan layanan kemanusiaan di tengah keterbatasan anggaran operasional yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Ketua PMI Kabupaten Karanganyar, Dwi Cahyono, mengungkapkan hibah operasional dari pemerintah daerah hingga kini masih sebesar Rp100 juta per tahun. Menurutnya, nominal tersebut belum mampu mengakomodasi kebutuhan organisasi yang terus meningkat, mulai dari penanganan bencana, pembinaan relawan, pelayanan sosial, hingga kegiatan kepalangmerahan di sekolah.
“Dana hibah dari pemerintah tentu sangat membantu, tetapi belum cukup untuk menopang seluruh operasional PMI. Karena itu, Bulan Dana menjadi penopang utama agar pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Dwi saat peluncuran Bulan Dana PMI di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (4/8/2026).
Dana yang dihimpun melalui Bulan Dana akan dialokasikan untuk berbagai program kemanusiaan, seperti penanganan bencana, pembinaan Korps Sukarela (KSR), Palang Merah Remaja (PMR), penanganan stunting, peningkatan kapasitas relawan, hingga pelayanan sosial di berbagai wilayah Kabupaten Karanganyar.
PMI memasang target yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan Bulan Dana 2025, organisasi tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp1.766.809.280 atau mendekati target Rp1,925 miliar.
Program penggalangan dana berlangsung selama tiga bulan sejak 1 Agustus 2026. Apabila target belum tercapai, masa pelaksanaannya masih dapat diperpanjang sepanjang tidak melewati pergantian tahun anggaran.
Di awal pelaksanaan, capaian positif sudah datang dari Kecamatan Kerjo. Wilayah tersebut menjadi kecamatan pertama yang menuntaskan target Bulan Dana dengan menyetorkan Rp37.935.000 kepada panitia.
Penghimpunan dana menyasar berbagai unsur masyarakat. Kontribusi terbesar diharapkan berasal dari 6.504 Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Karanganyar dengan target sekitar Rp975,6 juta. Besaran sumbangan diperkirakan rata-rata Rp150 ribu di setiap RT dan seluruhnya bersifat sukarela.
Dwi menegaskan tidak ada unsur pemaksaan dalam pelaksanaan Bulan Dana. Menurutnya, partisipasi masyarakat sepenuhnya didasarkan pada semangat gotong royong untuk mendukung misi kemanusiaan.
“Apa yang dihimpun melalui Bulan Dana akan kembali lagi kepada masyarakat. Dana itu digunakan untuk membantu penanganan bencana, membina relawan, mendukung kegiatan PMR di sekolah, hingga berbagai aksi sosial yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain penggalangan dana, PMI Karanganyar juga membuka kesempatan bagi masyarakat, perusahaan, maupun komunitas yang ingin menyalurkan bantuan secara langsung, baik berupa dana, kursi roda, alat kesehatan, perlengkapan kebencanaan, maupun dukungan operasional lainnya.
Di sisi lain, organisasi juga menghadapi tantangan dalam menjaga regenerasi relawan. Mobilitas anggota yang mulai bekerja, melanjutkan pendidikan, atau menikah membuat PMI harus terus melakukan rekrutmen sekaligus meningkatkan kapasitas relawan melalui pendidikan dasar dan pelatihan lanjutan.
PMI juga memperkuat kolaborasi dengan BPBD, Baznas, Korpri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar respons terhadap bencana dan kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Karanganyar dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Melalui Bulan Dana 2026, PMI berharap dukungan masyarakat mampu memperkuat keberlangsungan layanan kemanusiaan sehingga organisasi tetap siap hadir ketika terjadi bencana maupun saat masyarakat membutuhkan bantuan sosial.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.