Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa 2 Berlanjut, Basarnas Buka Peluang Perpanjang Pencarian

Basarnas memastikan operasi SAR korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 berlangsung selama tujuh hari. Evaluasi perpanjangan pencarian akan dilakukan jika masih ada korban yang belum ditemukan

chat_bubble_outline 0
Basarnas Fokus Cari Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Operasi SAR Berlangsung Tujuh Hari

SURABAYA, SKALANEWS.ID – Basarnas memastikan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 akan berlangsung selama tujuh hari sejak insiden terjadi.

Setelah masa operasi berakhir, seluruh unsur yang terlibat akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah pencarian perlu diperpanjang.

Kepala Basarnas M. Syafii mengatakan keputusan memperpanjang operasi akan bergantung pada hasil pendataan korban dari posko pengaduan, KSOP, serta pihak operator kapal.

“Apabila setelah tujuh hari masih ada data korban yang belum ditemukan dan telah terkonfirmasi, maka itu menjadi dasar untuk melanjutkan operasi pencarian,” ujar Syafii pada wartawan saat berada di Posko Evakuasi Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Dalam penanganan insiden tersebut, Basarnas mengungkap keberhasilan evakuasi awal tidak lepas dari respons cepat kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Informasi keadaan darurat yang disiarkan melalui Basarnas Command Center langsung diterima oleh sejumlah kapal sipil yang sedang berlayar.

Sedikitnya tujuh kapal di sekitar lokasi segera bergerak memberikan bantuan, sehingga proses penyelamatan korban dapat dilakukan lebih cepat meski cuaca saat itu kurang bersahabat.

Setelah proses evakuasi awal selesai, Basarnas mengerahkan KN SAR Permadi untuk melaksanakan pencarian lanjutan di sekitar titik kebakaran.

Tim menentukan area penyisiran menggunakan sistem pemodelan yang memperhitungkan arah angin, tinggi gelombang, serta pergerakan arus laut agar pencarian lebih efektif.

Syafii juga menjelaskan kondisi kapal hingga kini belum dapat dipastikan tenggelam sepenuhnya. Saat tim pertama kali berada di lokasi, badan kapal masih terlihat mengapung, namun petugas belum bisa memasuki bagian dalam karena kobaran api belum padam dan suhu di sekitar kapal masih sangat tinggi.

Sesuai prosedur keselamatan, pemeriksaan ke dalam lambung kapal baru dapat dilakukan setelah api benar-benar padam. Ketika KN SAR Permadi kembali ke lokasi usai mengantar korban ke Sumenep, bangkai kapal sudah tidak lagi terlihat di permukaan laut dan diduga terbawa arus.

Sementara itu, kondisi korban selamat yang menjalani perawatan dilaporkan terus membaik. Sebagian besar mengalami kelelahan akibat harus melompat dari kapal yang terbakar dan berjuang naik ke kapal penyelamat di tengah gelombang laut.

Beberapa korban anak-anak, termasuk balita berusia dua tahun dan anak berusia delapan tahun, juga dipastikan dalam kondisi stabil dan masih menjalani masa pemulihan di bawah pengawasan tenaga medis.

Basarnas menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban dapat ditemukan sekaligus memberikan penanganan terbaik bagi para penyintas yang berhasil dievakuasi dari insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

DPRD Klaten Sepakati Bentuk Pansus Tangani Kasus PD BKK, Nasabah Desak Tabungan Segera Dikembalikan

KLATEN, SKALANEWS.ID – DPRD Klaten menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal penyelesaian kasus Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Klaten. Keputusan tersebut diambil usai audiensi dengan perwakilan ratusan nasabah yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Klaten, Senin (3/8/2026). Kesepakatan itu menjadi hasil utama dari audiensi yang berlangsung selama hampir lima […]

20 jam yang lalu

Misteri Mayat Pria di Pantai Tasikagung Rembang, Polisi Selidiki Identitas dan Penyebab Kematian

REMBANG, SKALANEWS.ID – Penemuan sesosok mayat pria di kawasan Pantai Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menggegerkan warga pada Rabu (29/7/2026) pagi. Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. Jenazah ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan tepi pantai Dukuh Rembangan. Warga yang pertama kali melihat korban saat hendak […]

20 jam yang lalu