LONDON, SKALANEWS.ID – Posisi Gianni Infantino di kursi Presiden FIFA menghadapi ujian serius. Setelah mendapat dukungan luas dari federasi sepak bola Eropa, kini satu per satu negara mulai berbalik arah.
Terbaru, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memutuskan mencabut dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino untuk periode kepemimpinan berikutnya.
Keputusan FA menjadi perkembangan penting karena Inggris merupakan salah satu negara dengan pengaruh besar dalam tata kelola sepak bola internasional.
Sikap tersebut memperkuat gelombang penolakan yang sebelumnya lebih dulu muncul dari Wales dan Finlandia.
Laporan The Guardian menyebutkan FA akan mengirimkan surat resmi kepada FIFA sebagai pemberitahuan bahwa mereka tidak lagi mendukung Gianni Infantino untuk kembali memimpin organisasi sepak bola dunia. Langkah itu sekaligus menandai perubahan sikap federasi yang sebelumnya berada di barisan pendukung.
Pemicu utama memburuknya hubungan antara sejumlah federasi Eropa dengan FIFA adalah kontroversi rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise, sebuah skema yang berkaitan dengan pengelolaan hak komersial Piala Dunia. Rencana tersebut menuai kritik karena dinilai memunculkan persoalan tata kelola dan transparansi di tubuh FIFA.
Federasi Sepak Bola Wales menjadi salah satu pihak yang paling vokal. Dalam pernyataannya, mereka menilai kepemimpinan Infantino gagal menjaga standar tata kelola organisasi, proses pengambilan keputusan, komunikasi, hingga hubungan dengan para pemangku kepentingan. Atas dasar itu, Wales menyatakan tidak lagi memiliki kepercayaan kepada Infantino untuk memimpin FIFA.
Penolakan tidak berhenti pada pencabutan dukungan. Di lingkungan UEFA, desakan agar FIFA membatalkan rencana tersebut juga menguat. Wakil Presiden UEFA Laura McAllister bahkan ikut mendorong terbentuknya tekanan kolektif dari asosiasi anggota FIFA agar kebijakan itu dihentikan.
Situasi ini menjadi perubahan besar dibanding beberapa waktu lalu ketika hampir seluruh anggota UEFA telah menyatakan dukungan kepada Infantino. Kini, sejumlah federasi Eropa disebut sedang mempertimbangkan langkah serupa sebagai bentuk tekanan politik menjelang pemilihan Presiden FIFA.
Meski demikian, peluang Infantino untuk mempertahankan jabatannya masih terbuka. Dukungan dari banyak asosiasi di Afrika dan sejumlah konfederasi lain diyakini masih menjadi modal penting bagi pria asal Swiss-Italia tersebut.
Karena itu, perhatian kini tidak hanya tertuju pada Eropa. Sikap federasi-federasi di Asia melalui AFC maupun kawasan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia yang berada di bawah CONCACAF diperkirakan akan menjadi penentu arah pemilihan Presiden FIFA mendatang.
Ketegangan diprediksi terus meningkat menjelang Kongres Luar Biasa FIFA pada November 2026. Agenda tersebut menjadi momen krusial karena Gianni Infantino dijadwalkan memimpin pengumuman resmi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2035 yang diajukan oleh Inggris Raya.
Dengan mulai retaknya dukungan dari Eropa, masa depan kepemimpinan Gianni Infantino kini memasuki fase yang jauh lebih menantang dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Caption Foto: FA Inggris mencabut dukungan kepada Gianni Infantino jelang pemilihan Presiden FIFA.
Summary SEO: FA Inggris resmi mencabut dukungan kepada Gianni Infantino. Keputusan itu memperkuat gelombang penolakan dari sejumlah federasi Eropa dan meningkatkan tekanan terhadap Presiden FIFA menjelang kongres luar biasa.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.