PETAMBURAN, SKALANEWS.ID – Misteri hilangnya seorang pemuda berinisial MTAK (19) di kawasan Banjir Kanal Barat (BKB), Grogol Petamburan, Jakarta Barat, mulai terungkap setelah polisi menghimpun keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak ada peristiwa kriminal yang melatarbelakangi insiden tersebut, melainkan rangkaian kejadian yang berakhir dengan korban terseret arus sungai.
Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya mengatakan penyidik telah meminta keterangan dari para saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Dari hasil pemeriksaan itu diketahui korban sempat terlibat adu argumen dengan seorang perempuan yang dikenalnya sebelum masuk ke aliran Kali Banjir Kanal Barat.
“Menurut keterangan saksi-saksi di lokasi, memang sempat terjadi adu argumen dengan seorang wanita yang dikenal korban sebelum akhirnya korban melompat ke dalam kali,” ujar Reza, Senin (3/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (1/8/2026) malam. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan petugas, kunci milik korban diduga terjatuh ke dalam sungai ketika korban berada di lokasi bersama perempuan tersebut. Korban kemudian berusaha mengambil benda itu dengan turun ke aliran air.
Namun, kondisi sungai yang memiliki arus cukup kuat diduga membuat korban kesulitan menyelamatkan diri. Upaya untuk kembali ke tepian tidak berhasil sehingga tubuh korban terbawa arus.
Sejumlah warga yang melihat kejadian sempat memberikan pertolongan darurat dengan melemparkan alat bantu apung. Meski demikian, derasnya aliran sungai membuat korban tidak dapat dijangkau hingga akhirnya menghilang.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan bersama unsur terkait melakukan pencarian di sepanjang aliran Banjir Kanal Barat. Penyisiran dilakukan dari titik korban diduga hanyut hingga beberapa lokasi yang diperkirakan menjadi lintasan arus.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan perkembangan pencarian memasuki titik terang setelah petugas memperoleh informasi mengenai penemuan sesosok jenazah di sekitar jembatan pada Senin pagi.
Tim yang datang ke lokasi kemudian melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas korban. Hasil pemeriksaan menyatakan jenazah tersebut merupakan MTAK yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Polisi menyatakan penyelidikan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur untuk melengkapi seluruh rangkaian peristiwa berdasarkan keterangan saksi serta hasil pemeriksaan di lokasi.
Sementara itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar sungai dan tidak mengambil tindakan yang berisiko ketika arus sedang deras demi menghindari kejadian serupa.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.