KARANGANYAR, SKALANEWS.ID – Perjalanan bisnis yang dimulai dari sebuah warung sate di kaki Gunung Lawu mengantarkan Presiden Direktur The Lawu Group, Parmin Sastro Wijono, meraih pengakuan akademik di tingkat internasional.
Pada Selasa (4/8/2026), ia menerima gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) dari ASEAN University International di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya di bidang manajemen bisnis dan manajemen keuangan.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan The Lawu Group yang berkembang pesat dalam kurun waktu kurang dari satu dekade.
Dari satu unit usaha Sate Lawu yang dirintis pada 2017, perusahaan kini mengelola 27 unit usaha dengan 37 brand yang bergerak di berbagai sektor dan beroperasi di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jawa Timur.
Pertumbuhan tersebut dibangun melalui strategi ekspansi yang diiringi diversifikasi usaha. Selain memperluas jaringan bisnis, perusahaan juga memperkuat fondasi keuangan dengan mengembangkan serta mengakuisisi lembaga keuangan berbasis syariah sebagai bagian dari strategi memperkokoh struktur permodalan untuk jangka panjang.
Transformasi juga dilakukan pada aspek tata kelola perusahaan. Digitalisasi operasional diterapkan di berbagai unit usaha, disertai standardisasi sistem kerja dan penguatan manajemen risiko guna meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika dunia usaha.
Langkah menuju pengelolaan bisnis yang lebih modern turut diperkuat melalui kerja sama dengan GlobalTix Singapura yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Januari 2026. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus mendorong transformasi pengelolaan destinasi wisata berbasis teknologi.
Tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan perusahaan, The Lawu Group juga mengembangkan model bisnis yang menempatkan dampak sosial sebagai salah satu fokus utama.
Filosofi “Sukses, Berkah, dan Mulia“ diwujudkan melalui budaya kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja tuntas, yang kemudian diterapkan dalam pengembangan ekosistem UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pendekatan tersebut sebelumnya juga mengantarkan The Lawu Group meraih SBBI Awards 2026 kategori Impactful Tourism Management. Penghargaan itu diberikan atas pengelolaan destinasi yang dinilai memberikan dampak positif terhadap masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah.
Bagi Parmin, gelar doktor kehormatan yang diterimanya bukan hanya menjadi penghargaan atas perjalanan perusahaan, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap komitmen membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Gelar Dr. HC ini adalah pengakuan atas komitmen kami membangun bisnis yang tidak hanya tumbuh, tapi juga sehat secara keuangan dan memberi manfaat. Sejak awal kami membangun bukan hanya bisnis, tapi ekosistem usaha yang berkelanjutan. Ini hasil kerja keras tim dan dukungan semua pihak,” ujar Parmin Sastro Wijono, Rabu (5/8/2026).
Menurut Parmin, pertumbuhan perusahaan tidak cukup diukur dari capaian bisnis semata. Keberhasilan sebuah perusahaan juga ditentukan oleh kemampuannya menciptakan manfaat yang lebih luas, mulai dari membuka peluang kerja, mendorong tumbuhnya UMKM, hingga memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Pengakuan dari ASEAN University International tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan bisnis yang dimulai dari skala usaha kecil mampu berkembang menjadi kelompok usaha yang mendapat perhatian di tingkat internasional.
Bagi The Lawu Group, penghargaan itu sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan, memperluas kolaborasi, dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.