11.237 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNS 2026, Gubernur Lemhannas Soroti Cyber Bullying

PKKMB UNS 2026 resmi dibuka dengan 11.237 mahasiswa baru. Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily menyoroti bahaya cyber bullying dan kekerasan seksual di kampus

chat_bubble_outline 0
Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily memberikan keterangan kepada wartawan usai memberikan kuliah perdana di pembukaan PKKMB UNS 2026 di Universitas Sebelas Maret, Solo, Selasa (11/8/2026). Dalam konferensi pers tersebut, Ace Hasan menyoroti ancaman cyber bullying dan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. (Foto: SKALANEWS)

SOLO, SKALANEWS.ID – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) TB Ace Hasan Syadzily memberikan kuliah umum perdana dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka Rektor UNS Prof Hartono dan diikuti 11.237 mahasiswa baru.

Kehadiran Gubernur Lemhannas menjadi salah satu pembaruan dalam pelaksanaan PKKMB UNS tahun ini. Ace Hasan memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa yang baru memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Namun, dalam konferensi pers seusai kegiatan, Ace Hasan turut menyoroti tantangan yang semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa di ruang digital, salah satunya cyber bullying yang dapat bermuatan kekerasan seksual.

Menurut Ace Hasan, perkembangan teknologi turut membuka ruang munculnya berbagai bentuk perundungan. Ketika perundungan dilakukan dengan muatan kekerasan seksual, persoalan tersebut tidak lagi dapat dianggap sebagai tindakan biasa.

Ia menegaskan, tindakan cyber bullying yang bernuansa kekerasan seksual harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ace Hasan juga mengingatkan agar persoalan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi tidak menjadi fenomena gunung es. Kasus yang terlihat di permukaan, menurutnya, belum tentu menggambarkan keseluruhan persoalan yang sebenarnya terjadi.

“Jangan sampai menjadi gunung es, yang hanya nampak sedikit di permukaan tapi praktiknya banyak terjadi,” ujar Ace Hasan dalan konfrensi pers usai memberikan kuliah perdana di PKKMB UNS Solo, Selasa (11/8/2026).

Rektor UNS Prof Hartono saat membuka PKKBM 2026 (Foto SKALANEWS)

Karena itu, mahasiswa maupun penyelenggara pendidikan di lingkungan kampus perlu memiliki keberanian untuk menyampaikan atau melaporkan tindakan yang dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan gender.

Menurut Ace Hasan, pencegahan dan penindakan harus berjalan beriringan. Perguruan tinggi perlu memberikan perhatian terhadap berbagai bentuk kekerasan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui ruang digital.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya