KARANGANYAR, SKALANEWS.ID – Gunung Lawu menjadi salah satu tujuan pendakian yang ramai selama momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sebanyak 1.827 pendaki tercatat melalui jalur Candi Cetho dan Cemoro Kandang, Karanganyar, selama 15-17 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, 1.031 pendaki tercatat melalui Candi Cetho. Sedangkan jalur Cemoro Kandang dilalui 796 pendaki.
Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan PUD Aneka Usaha Karanganyar, Titin Riyadiningsih, mengatakan pendataan tersebut merupakan jumlah pendaki yang tercatat melalui dua jalur selama periode tersebut.
“Cemoro Kandang 15 sampai 17 ada 796 pendaki. Ceto 1.031 pendaki,” kata Titin pads SKALANEWS.ID, Selasa (18/8/2026).
Tingginya aktivitas pendakian membuat kesiapan pendaki menjadi perhatian pengelola. Sebelum memasuki jalur, calon pendaki diminta menunjukkan surat keterangan sehat.
Menurut Titin, persyaratan tersebut diperlukan untuk memastikan pendaki memiliki kondisi yang cukup sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Lawu.
Tidak hanya kondisi kesehatan, pendaki juga diminta memperhitungkan kondisi cuaca di kawasan puncak.
“Bawa bekal dan obat-obatan. Siapkan mental dan fisik karena suhu di puncak lagi dingin-dinginnya. Lagi musim mbediding,” ujar Titin.
Mengantisipasi kepadatan aktivitas pendakian, PUD Aneka Usaha menyiagakan petugas di dua jalur yang dikelolanya.
Basecamp atau posko registrasi di jalur Candi Cetho dan Cemoro Kandang beroperasi selama 24 jam.
“Untuk basecamp 24 jam termasuk registrasi. Untuk pengamanan, kami bekerja sama dengan para relawan,” jelas Titin.
Kerja sama pengamanan dilakukan dengan sejumlah unsur di luar PUD Aneka Usaha. Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, komunitas pendaki, organisasi kemahasiswaan dan unsur masyarakat.
Jejaring yang terlibat antara lain relawan Anak Gunung Lawu (AGL), Karanganyar Emergency dan Relawan Cetho, bersama komunitas relawan lainnya.
Titin mengatakan keterlibatan berbagai unsur tersebut dibutuhkan untuk mendukung pemantauan di jalur sekaligus membantu apabila terdapat kondisi darurat.
“Untuk pengamanan, kami bekerja sama dengan para relawan,” tegasnya.
Dari pendataan sementara, sekitar 25 petugas disiapkan di jalur Candi Cetho. Sementara jalur Cemoro Kandang mendapat dukungan sekitar 15 petugas.
Jumlah tersebut membuat sekitar 40 petugas disiapkan pada dua jalur pendakian, di luar jejaring relawan yang ikut mendukung pengamanan.
Petugas tidak hanya ditempatkan untuk pelayanan registrasi. Mereka juga disiapkan melakukan pemantauan serta membantu penanganan apabila terjadi kondisi darurat di jalur pendakian.
Bagi pengelola, kesiapan tersebut menjadi bagian penting menghadapi aktivitas pendakian pada periode HUT RI.
Dari dua jalur yang dikelola PUD Aneka Usaha, Candi Cetho menjadi jalur dengan jumlah pendaki terbanyak.
Selama 15-17 Agustus, jumlah pendaki di Cetho mencapai 1.031 orang, atau 235 orang lebih banyak dibanding Cemoro Kandang.
Dengan total 1.827 pendaki dalam tiga hari, rata-rata terdapat sekitar 609 pendaki per hari yang tercatat melalui dua jalur tersebut.
Angka itu memperlihatkan tingginya aktivitas pendakian Gunung Lawu di wilayah Karanganyar selama momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sebanyak 1.827 pendaki tercatat melalui Candi Cetho dan Cemoro Kandang selama 15-17 Agustus.
Di balik ramainya jalur pendakian saat HUT ke-81 RI itu, puluhan petugas bersama jejaring relawan disiagakan untuk memastikan aktivitas pendakian tetap terkawal.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.