Gempa M7,7 Mengguncang NTT, 47 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Hancur

Gempa M7,7 di NTT menewaskan 47 orang dan merusak ratusan rumah serta fasilitas publik. BNPB mengerahkan puluhan ribu paket bantuan

chat_bubble_outline 0
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Orang, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak (Foto: Ist/SKALANEWS)

Dampak gempa tidak hanya terjadi pada bangunan tempat tinggal. Sejumlah fasilitas pelayanan masyarakat turut mengalami kerusakan.

BNPB mencatat sedikitnya 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor terdampak gempa. Pendataan terhadap kerusakan lainnya masih berlangsung seiring petugas melakukan verifikasi di sejumlah lokasi.

Besarnya dampak tersebut membuat penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pencarian dan evakuasi korban, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak, BNPB mulai mengerahkan bantuan pangan dan nonpangan. Distribusi dilakukan melalui sejumlah jalur logistik, termasuk gudang bantuan yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Menurut Berton, total bantuan yang disiapkan mencapai 50 ribu paket dengan berat keseluruhan sekitar 275 ton. Hingga Sabtu sore, sebanyak 10.500 paket telah tiba di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma.

Bantuan tersebut antara lain berasal dari Sekretariat Kabinet dan selanjutnya akan didistribusikan untuk mendukung kebutuhan warga di daerah terdampak.

Guncangan gempa NTT juga dirasakan hingga sejumlah wilayah di luar provinsi tersebut. BNPB melaporkan getaran dirasakan masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten dan Kota Bima, kondisi masyarakat secara umum dilaporkan kondusif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan serta verifikasi kondisi di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya dampak lanjutan akibat gempa.

Sementara di Kepulauan Selayar, BPBD setempat telah mengambil langkah antisipasi dengan mendirikan pos pengungsian di tiga titik.

Pos pengungsian tersebut berada di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

BNPB bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan pemantauan serta pendataan di wilayah terdampak. Situasi di lapangan dapat berubah seiring proses evakuasi, pencarian korban, dan verifikasi kerusakan yang terus dilakukan.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya