SOLO, SKALANEWS.ID – Pelaku usaha ultra mikro kini tidak cukup hanya mengandalkan produk dan modal. Kemampuan memanfaatkan internet, media sosial hingga kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi bagian penting untuk mencari pasar dan memperkenalkan produk.
Peluang itu dibuka PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) melalui perluasan akses konektivitas dan literasi digital bagi masyarakat, khususnya nasabah PNM Mekaar.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Ruang Pintar Sinar Mentari, Solo, Selasa (12/8/2026).
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary mengatakan internet dapat memberikan ruang lebih luas bagi nasabah untuk belajar sekaligus mengembangkan usaha.
“Internet bukan hanya membuka akses, tetapi juga membuka cakrawala,” kata Dodot.
Menurut dia, akses internet memungkinkan nasabah mempelajari berbagai hal, melihat peluang pasar yang lebih luas hingga mengenalkan produk kepada lebih banyak calon konsumen.
“Nasabah bisa belajar lebih banyak, melihat peluang pasar yang lebih luas, dan mengenalkan produknya kepada lebih banyak orang,” ujarnya.
Dodot menilai tantangan pelaku usaha ultra mikro saat ini tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Persoalan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut mampu dilihat dan dipilih oleh pasar.
Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi semakin penting. Terlebih, perkembangan teknologi kini menghadirkan AI yang dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan usaha.
“Teknologi juga berkembang dengan hadirnya AI yang bisa membantu usaha, mulai dari mencari ide, membuat materi promosi, sampai mengembangkan produk,” jelasnya.
Kolaborasi PNM dan SURGE kemudian tidak hanya menghadirkan konektivitas. Pelatihan yang menjadi bagian dari kerja sama tersebut juga memperkenalkan pemanfaatan media sosial, termasuk TikTok, serta penggunaan AI untuk mendukung pengembangan produk dan pemasaran.
Internet gratis tak hanya untuk nasabah
Internet Rakyat ditempatkan di Ruang Pintar Sinar Mentari, salah satu ruang pemberdayaan PNM. Tempat tersebut selama ini dimanfaatkan anak-anak nasabah untuk belajar sekaligus menjadi ruang berkumpul dan beraktivitas bagi komunitas masyarakat.
Dengan hadirnya konektivitas tersebut, manfaatnya tidak hanya diarahkan kepada nasabah PNM Mekaar.
Anak-anak dapat memanfaatkannya untuk kegiatan belajar, sementara masyarakat dan komunitas memiliki akses untuk berbagai aktivitas. Nasabah juga memperoleh kesempatan menggunakan internet untuk mencari informasi maupun mengembangkan usahanya.
Namun, Dodot mengingatkan bahwa semakin luas akses digital, semakin besar pula kebutuhan masyarakat untuk memahami risiko penggunaannya.
Ia meminta nasabah tidak mudah mempercayai informasi, tautan maupun tawaran yang tidak jelas.
“Ibu-ibu nasabah PNM Mekaar juga harus berhati-hati menggunakan internet. Jangan mudah percaya pada informasi, tautan, atau tawaran yang tidak jelas,” tegas Dodot.
Menurut dia, teknologi dan AI memang dapat membantu usaha, tetapi tetap memiliki potensi disalahgunakan.
“AI dan teknologi bisa membantu usaha, tetapi juga bisa disalahgunakan. Jadi, semakin terbuka aksesnya, semakin penting juga literasinya,” ujarnya.
Wali Kota Solo dukung pemberdayaan PNM
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto turut memberikan dukungan terhadap langkah PNM dalam memperkuat pendampingan pelaku usaha di tingkat masyarakat.
Respati menilai kedekatan PNM dengan pelaku UMKM menjadi salah satu kekuatan dalam melihat kondisi usaha yang benar-benar dihadapi masyarakat.
“Mekaar ini salah satu program yang saya bisa bilang sangat luar biasa karena tanggung renteng jadi semangat gotong royong,” kata Respati.
Ia mengatakan PNM tidak hanya bersentuhan dengan pelaku usaha yang sudah memiliki pasar besar, tetapi juga mendampingi masyarakat yang menjalankan usaha dalam kondisi pasar yang nyata sehari-hari.
“PNM langsung mendampingi rekan-rekan UMKM di bawah, market yang apa adanya, riil dan itulah kenyataan yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Menurut Respati, pendekatan pemberdayaan yang dekat dengan masyarakat penting karena pelaku usaha menghadapi kondisi pasar yang beragam. Pendampingan secara langsung dinilai dapat membantu mereka menghadapi tantangan tersebut.
Kolaborasi PNM dan SURGE di Solo akhirnya membawa satu tambahan penting dalam ekosistem pemberdayaan: konektivitas.
Bagi nasabah Mekaar, internet dapat menjadi sarana untuk belajar, mencari peluang pasar dan mengenalkan produk. Bagi anak-anak nasabah, fasilitas tersebut dapat mendukung kegiatan belajar. Sementara bagi masyarakat sekitar, ruang yang sama membuka akses terhadap informasi dan aktivitas digital.
PNM pun menempatkan pemberdayaan tidak hanya pada pembiayaan, tetapi juga pendampingan, pengetahuan dan akses teknologi.
Dengan semakin mudahnya konektivitas, tantangan berikutnya adalah bagaimana masyarakat mampu mengubah akses internet tersebut menjadi pengetahuan, promosi, pasar dan peluang usaha yang benar-benar menghasilkan.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.