Barang Tertinggal di Kereta Melonjak 69 Persen, KAI Daop 6 Yogyakarta Amankan 1.075 Item

KAI Daop 6 Yogyakarta menemukan 1.075 barang tertinggal selama Semester I 2026, meningkat 69,03 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 743 barang berhasil dikembalikan kepada pemilik, sementara 99,07 persen barang temuan telah selesai dikelola sesuai prosedur

chat_bubble_outline 0
PT KAI Catat lonjakan penumpang Kereta Bandara

SOLO, SKALANEWS.ID – Barang penumpang yang tertinggal di kereta api ternyata masih menjadi persoalan yang cukup sering terjadi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat 1.075 barang tertinggal ditemukan selama Semester I 2026, melonjak 69,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah kenaikan tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat capaian positif dalam penanganan barang tertinggal. Hingga Semester I 2026, sebanyak 1.065 barang atau 99,07 persen telah selesai dikelola sesuai prosedur layanan Lost and Found.

Data tersebut menunjukkan jumlah barang tertinggal yang ditemukan meningkat tajam dibanding Semester I 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 636 barang tertinggal.

Artinya, dalam setahun terjadi tambahan 439 barang, atau meningkat 69,03 persen.

Menariknya, kenaikan jumlah barang tersebut justru diikuti penurunan total nilai barang yang ditemukan. Pada Semester I 2025, nilai barang temuan mencapai Rp1,358 miliar. Sementara pada Semester I 2026, nilainya tercatat Rp1,166 miliar.

Dengan demikian, nilai barang temuan turun sekitar Rp191,74 juta atau 14,12 persen.

Dari 1.075 barang yang ditemukan sepanjang Semester I 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 32 barang berupa makanan, 677 barang biasa, dan 376 barang berharga.

Dari keseluruhan barang tersebut, 743 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Sementara itu, tiga barang dilakukan pemusnahan dan 319 barang lainnya diserahkan kepada Dinas Sosial dan Kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku. Masih terdapat 10 barang yang proses penghapusannya belum selesai.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan tingginya tingkat penyelesaian pengelolaan barang temuan menjadi bagian dari upaya KAI memberikan rasa aman dan kepastian kepada pelanggan.

“Layanan Lost and Found merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada perjalanan pelanggan, tetapi juga memastikan barang yang tertinggal dapat ditangani secara aman, tertib, dan sesuai prosedur. Pada Semester I 2026, sebanyak 99,07 persen barang temuan telah kami selesaikan proses pengelolaannya,” ujar Feni.

Menurut Feni, peningkatan jumlah barang tertinggal juga menjadi pengingat bagi pelanggan agar lebih teliti sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun.

Barang yang sering dibawa penumpang, terutama telepon seluler, dompet, tas, dokumen, hingga perangkat elektronik, perlu kembali diperiksa sebelum perjalanan dinyatakan selesai.

“Kami mengimbau pelanggan untuk selalu melakukan pengecekan kembali terhadap barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan stasiun, khususnya barang berharga seperti telepon seluler, dompet, tas, dokumen, dan barang elektronik,” katanya.

Feni menambahkan, pelanggan yang menyadari barangnya tertinggal tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melapor.

“Apabila ada barang yang tertinggal, pelanggan dapat segera melapor kepada petugas KAI atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk proses tindak lanjut sesuai prosedur Lost and Found,” ujarnya.

KAI Daop 6 Yogyakarta menyebut setiap barang yang ditemukan petugas akan dicatat dan diamankan sebelum diproses berdasarkan jenis serta ketentuan yang berlaku.

Petugas di stasiun maupun di dalam perjalanan kereta turut berperan dalam menemukan dan mengamankan barang yang ditinggalkan pelanggan.

Dari 1.075 barang temuan tersebut, sebanyak 743 barang akhirnya kembali kepada pemilik. Sementara barang yang tidak dapat dikembalikan akan diproses sesuai prosedur, termasuk diserahkan kepada pihak terkait atau dimusnahkan apabila memenuhi ketentuan.

“Kepercayaan pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi kami. Karena itu, kami terus memastikan setiap barang yang ditemukan mendapatkan penanganan yang tepat,” kata Feni.

“Kami berharap melalui sinergi antara pelanggan dan petugas, jumlah barang tertinggal dapat semakin diminimalkan dan semakin banyak barang yang berhasil kembali kepada pemiliknya,” pungkasnya.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya