Pemantauan juga diperkuat di kawasan Jemplang, Kabupaten Malang, dan Senduro, Kabupaten Lumajang. Personel disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru maupun kemungkinan pergerakan api dari kawasan yang terbakar.
Angin yang bertiup kencang menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Karena itu, wilayah yang telah ditangani tetap dipantau untuk memastikan tidak terjadi penyebaran kembali.
“Wilayah Malang dan Lumajang saat ini dalam status pemantauan dan disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan rambatan api,” ujar Wahyu.
Heri berharap kebakaran segera dapat dikendalikan sehingga aktivitas pariwisata di kawasan Bromo, termasuk Seruni Point dan Jembatan Kaca, dapat kembali berlangsung setelah situasi dinyatakan aman bagi wisatawan.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.